Belajar Merajut GRATIS

Yuk kita belajar merajut Gratis
tiap hari JUM'AT dan SABTU, jam: 09.00 ~ 12.00
Tempat: Jl. MERBAU RAYA No. 3. Perumnas, Banyumanik, Semarang. Tlp/SMS. 085865886168
info: Facebook kreasi rajut umi iva

Jumat, 28 Oktober 2016

BUKA KURSUS MERAJUT GRATIS, AJAK IBU RUMAH TANGGA LEBIH PRODUKTIF



Suasana halaman rumah di Jalan Merbau Raya No3, Padangsari, Banyumanik, Kota Semarang, Jumat (21/10) cukup ramai. Beberapa ibu paruh baya dan anak kecil terlihat duduk di atas tikar sambil memegang jarum dan benang.

Mengenakan jilbab dan busana muslim, puluhan ibu saat itu tengah belajar merajut. Mereka tergabung dalam Komunitas Rajut Umi Iva. Setiap Jumat dan Sabtu pukul 09.00 hingga 12.00, ibu-ibu itu datang ke tempat tersebut membuat beragam model rajutan. Garasi yang dimanfaatkan untuk ruang pelatihan itu selalu dipadati setiap kegiatan digelar.

“Saya memberikan pelatihan gratis sudah sejak 2011.” “Awalnya ini kursus berbayar, tapi kok kasihan, akhirnya saya gratiskan,” ungkap Muzdhalifah yang dikenal sebagai Umi Iva ini, kemarin. Saat awal-awal membuka kursus berbayar, setiap tiga kali pertemuan, peserta harus membayar Rp30.000. Namun, ini tidak bertahan lama karena ada beberapa peserta yang tidak datang lagi, meski sebenarnya belum mahir.

Umi Iva menuturkan, sejak peserta tidak dipungut biaya, jumlah yang datang semakin banyak. Saat ini setiap kali pertemuan bisa mencapai 25 orang. Mereka tidak hanya berasal dari Kota Semarang, juga dari Demak, Batang, hingga Purwokerto. “Rata-rata yang datang ibu rumah tangga dan pensiunan.

Mereka lebih banyak memiliki waktu di rumah,” ujarnya. Umi Iva berharap ibu rumah tangga dan pensiunan pegawai negeri atau swasta yang selama ini hanya berdiam di rumah, bisa menghasilkan rupiah melalui keterampilan merajut. Karena saat ini rajutan sudah banyak dimodifikasi menjadi barang yang dipakai seharihari, seperti rompi, sepatu, dompet, jaket, dan masih banyak lainnya.

“Kami menyediakan bahannya, seperti benang dengan berbagai warna. Merajut itu gampang, prinsipnya seperti membuat rantai, asal mau belajar dan belajar serta tidak mudah putus asa,” paparnya. Sejauh ini, ibu bersapa Umi Iva ini sudah berhasil mendidik ratusan ibu-ibu yang piawai merajut.

Bahkan, salah satu anak didiknya, Ny Feri di Yogyakarta, juga mengikuti jejaknya dan memiliki banyak anak didik.
Usahanya membuka pelatihan merajut gratis bisa eksis hingga saat ini karena juga mendapat dukungan penuh dari sang suami, Darjat. Ibu tiga anak tersebut piawai dalam merajut karena sebelumnya diajari oleh bibinya.

Tidak puas sampai di situ, perempuan 36 tahun ini belajar sendiri melalui buku dari Jepang yang lebih rumit dan banyak variasi. “Saya sudah lama hobi merajut. Bagi yang pemula, pertemuan dua tiga kali biasanya langsung bisa untuk teknik dasar, setelah itu tinggal pengembangannya,” ucapnya.

Iva juga kadang terlibat dalam pameran di Kota Semarang. Rumah di Jalan Merbau Raya No3, kerap menjadi jujugan sekolah ataupun komunitas rajut lainnya. Salah satu anak didik Iva yang cukup berhasil adalah Tanti, warga Banyumanik. Dia saat ini bisa mengembangkan usahanya dalam pembuatan dompet rajut. Dompet tersebut dipasarkan di Kota Semarang dan daerah lainnya di Jawa Tengah. 
“Hasilnya cukup lumayan, bisa membantu mencukupi kebutuhan keluarga. Saya juga manfaatkan online shop untuk pemasarannya,” ujarnya.

ARIF PURNIAWAN
Kota Semarang
edisi 23/10/2016
sumber: http://koran-sindo.com/news.php?r=4&n=3&date=2016-10-23

Senin, 24 Oktober 2016

MERAJUT OUTDOOR

MERAJUT dengan SUASANA BERBEDA
Merajut bagi penghobi bisa dilakukan di mana pun, apa lagi sambil menunggu tetap asyik merajut. Komunitas RAJUT UMI IVA kali ini jalan-jalan ke pegunungan tepatnya ke kolam pemancingan daerah Gunung Pati Semarang.


Dalam suasana yang penuh kesejukan, bersantai, bersenda gurau, kami sangat menikmati keakraban, sambil sesekali mengotak-atik pola rajutan, ada yang baru belajar merajut, tingkat menengah, bahkan yang sudah mahir, pada dasarnya kami saling sharing pengetahuan tentang pola dan motif rajutan. ......dan selain belajar tusukan rajutan, kami juga menikmati tusukan ikan bakar...MUANTAAAP!

Rabu, 30 Desember 2015

KURSUS MERAJUT GRATIS di toko UMI IVA

"TIDAK ADA ORANG YANG DILAHIRKAN UNTUK TIDAK BERSEDEKAH DENGAN ALASAN DIA TIDAK MEMILIKI APA-APA"

Berbagi ILMU GRATISAN membawa BERKAH


Kegiatan kursus merajut GERATIS


Pada tahun 2011 saya mulai membuka kursus MERAJUT berbayar, saat itu sudah ada sekitar 5 peserta yang ikut. Waktu itu tiap tiga kali pertemuan peserta dipungut biaya Rp 30.000, peserta datang ke rumah. Setelah beberapa waktu berjalan, saya mulai merasa kasihan karena tak jarang baru 3x pertemuan dan belum bisa apa-apa, trus untuk pertemuan berikutnya harus bayar lagi untuk tiap 3x pertemuan selanjutnya, begitu seterusnya sampai peserta itu selesai suatu projek. Lama kelamaan saya merasa tidak tega, akhirnya kursus saya GRATISKAN.

Kursus GRATIS mulai dibuka beberapa bulan, hingga mulai berdatangan dari peserta yang mulai dari nol sampai peserta yang sudah bisa merajut, hingga akhirnya berkembang menjadi suatu komunitas rajuters di semarang, dalam kursus ini bukan hanya sebagai tempat belajar merajut, tetapi juga sebagai tempat sharing sesama perajut dan ajang silaturahim, dan jadilah komunitas RAJUTERS UMI IVA. Hingga pada akhirnya teman-teman merajut mulai menyarankan supaya saya menyediakan perlengkapan merajut untuk keperluan dalam pertemuan, seperti benang, hakpen dll. Sejak itulah saya mulai belanja dengan uang hanya Rp. 300.000, mulai kulakan benang, 3 bulan berikutnya mulai meningkat meski masih di bawah 1 juta, setahun berikutnya mulai di bawah 10 jutaan,….sejak itu pula suami mulai berpikir untuk kekerja bareng di rumah. Maka kami memutuskan bahwa suami untuk kembali ke rumah Semarang. (Suami waktu itu sebagai dosen di UNSOED Purwokerto, CPNS pada waktu itu, lalu mengundurkan diri untuk berwiraswasta bareng dengan saya sekeluarga). Saya dengan suami mulai melihat peluang membuat jasa FINISHING TAS RAJUT. Suami membuat dan memasang handle tas dan saya bagian furing. Sejak itu omset semakin meningkat, dan tiga tahun berikutnya belanja kami sudah mencapai sekitar 50 jtaan/bulan. Selama itu usaha kami geluti secara online dan offline, dari rumah.



Lama kelamaan, rumah kami semakin terasa sempit, ruang tamu dan ruang keluarga mulai dipenuhi benang, gang kampung menjadi sempit karena penuh dengan parkir kendaraan jika ada acara kursus gratis. (mau tidak mau suami jadi tukang parkir juga). Akhirnya kami mulai berpikir, tempat kami sudah tidak representatif lagi untuk usaha, sehingga kami mulai berpikir untuk menyewa toko. Alhamdulillah hingga sekarang sudah ratusan murid lulusan komunitas kami, dan tersebar di beberapa kota, yang juga ada yang membuka tempat sharing rajut di tempatnya masing-masing.
Kunjungan Rajuters JOGJA


TOKO  dan tempat KURSUS GRATIS "ABI &UMI"
Jl. Merbau Raya, no.3, Perumnas Banyumanik, Semarang. 
Tlp. 085865886168

Koleksi benang UMI IVA

Koleksi Hendle (Tali tas)






DARI SEKEDAR HOBI BERPELUANG MENJADI UANG


Berangkat dari keinginan bahwa KAMI harus berubah tanpa menghilangkan nilai-nilai ibadah, dan sebagai ibu rumah tangga, tanpa mengesampingkan kewajiban seorang istri dan ibu, maka muncullah ide untuk membuat sesuatu yang bisa bermanfaat bagi keluarga dan orang banyak, namun ide usaha tersebut tidak bisa terealisasi begitu saja, karena dalam pikiran saya yang selalu muncul adalah;






KITA GAK PUNYA MODAL mana mungkin bisa buka usaha.


Persepsi seperti itu yang selalu ada dalam pikiran kita, sehingga terus saja kita mencari ide ‘Bagimana caranya buka USAHA tanpa MODAL, atau kalaupun berMODAL tapi terjangkau’…sampai-sampai kita belajar dari berbagai referensi tentang bisnis…semuanya adalah teori,… baca pengalaman orang-orang sukses,…kisah-kisah mereka membuat kita termotivasi, bersemangat menggebu-gebu,…namun itu semua PERCUMA, pikiran kita selalu terpatahkan dengan MODAL…MODAL…MODAL. Dalam pikiran kita MODAL itu UANG. Hingga suatu saat saya pernah baca suatu ungkapan.

MODAL bisa berupa KEMAMPUAN/KETERAMPILAN, SEMANGAT, dan PELUANG.

KEMAMPUAN: Setiap manusia pasti dibekali kemampuan, tidak mungkin manusia tidak dibekali ini, KEMAMPUAN sudah sepaket sejak manusia lahir, melalui PENDENGARAN, PENGLIHATAN, dan PERASAAN.


Kemampuan MENDENGAR merupakan cara kita mendapatkan informasi peluang, mendengar masukan-masukkan, dll.
Kemampuan MELIHAT kita diajarkan bagaimana mendapatkan gambaran visual, contoh nyata dalam hidup.
Melalui kemampuan MERASA berkaitan dengan HATI dan PIKIRAN, cara kita memahami peluang yang ada.
Tentu saja KEMAMPUAN ini bisa diasah dengan pendidikan formal maupun nonformal, bisa berupa keahlian maupun keterampilan. Nah di sinilah kita harus pandai MENDENGAR, MELIHAT dan MERASAKAN.
Dari pemikiran inilah (MENDENGAR, MELIHAT, MERASAKAN), saya mulai perpikir tentang POTENSI saya sendiri, apa yang bisa saya lakukan dengan potensi saya, apa yang bisa dihasilkan dari potensi saya. Setelah saya sadari…bahwa saya memiliki HOBI, ya HOBI…dan HOBI ini bisa berPOTENSI menghasilkan UANG, maka berangkatlah saya dari sekedar HOBI.
HOBI saya adalah MERAJUT.
Dan ternyata memulai usaha karena hobi sangatlah ringan, sangat nyaman.

SEMANGAT: Semangat adalah MODAL menuju kesuksesan. SEMANGAT berarti berjuang terus tanpa mengenal putus asa, berusaha secara konsisten. Dengan semangat saya mulai menawarkan karya-karya saya ke saudara, orang terdekat, teman, tetangga dan lain-lain, kemudian juga mulai menitipkan karya-karya rajutan ke toko-toko, bahkan pernah ditolak, saya tetap tidak putus asa, dibayar dengan harga rendah, meski begitu karena dilakukan dengan hobi, tetap saya bersemangat. Dengan tanpa mengenal putus asa berarti selalu memiliki pandangan optimis, tidak mudah menyerah.

PELUANG: Peluang adalah salah satu MODAL yang harus kita amati, kita tangkap, dan kita manfaatkan. Salah satu peluang usaha pada saat ini yang bisa dijalankan dari rumah adalah BISNIS ONLINE. Fenomena bisnis online mulai heboh, ini adalah peluang bagi saya sebagai ibu rumah tangga yang selalu di rumah. Peluang melalui bisnis online sangat banyak,…misalnya, karna hobi saya MERAJUT, maka hasil rajutan mulai saya pasarkan melalui ONLINE. Pemasaran Produk juga saya lakukan ke perseorangan dan TOKO-TOKO. Selain jual Produk saya juga mulai berpikir untuk jual Jasa,…jasa yang saya jual adalah membuka KURSUS MERAJUT. Ya kursus MERAJUT.
Maka sejak itu saya berpikir lagi bahwa UANG bukanlah MODAL yang utama, UANG bukan SEGALANYA untuk buka usaha. UANG hanyalah sebagian kecil pendukung usaha dan hanya alat usaha.  Jadi tanpa UANG kita bisa BUKA USAHA. Sebaliknya tanpa KEMAMPUAN, tanpa PELUANG, tanpa SEMANGAT, kita tidak akan bisa buka USAHA. UANG itu justru sebagai HASIL USAHA…bukan MODAL USAHA. Jadi Justru hanya dengan menggunakan, KEMAMPUAN MENDENGAR, MELIHAT, dan MERASAKAN, kita bisa menghasilkan UANG.
Namun perlu diingat bahwa ketiga MODAL itu tidak akan bisa pernah terwujud jika sekedar dalam pikiran, ide, atau apa lagi sebatas angan-angan.



Jadi IDE saja tidak akan menghasilkan apa-apa tanpa ada TINDAKAN, dan TINDAKAN yang MENGHASILKAN adalah tindakan yang DISEGERAKAN….maka SEGERA LAKUKAN jangan ditunda-tunda.


CARA KAMI BUKA USAHA dan MENJALANKANNYA
Sebenarnya banyak cara setiap orang memulai usaha, tergantung dari pengetahuan dan pengalaman masing-masing.
Cara memulai usaha:
1. Bukalah Usaha (bisnis) dengan niat BERBUAT BAIK BAGI ALAM SEMESTA.
2. Mintalah dengan Duha, Tahajud, Shalat tepat waktu, dan Sedekah.
3. Ingatlah selalu bahwa berbisnis itu hanyalah dengan Allah.

Cara kami menjalankan usaha
1. Komitmen dan Konsistensi
Pertama-tama tanamkan komitmen kita bahwa, usaha semata-mata untuk IBADAH, usaha harus bermanfaat bagi orang lain. UANG jangan dijadikan TUJUAN, UANG akan mengikuti secara otomatis jika kita berbuat baik untuk orang lain.
2. Pelayanan yang ramah
Jangan segan untuk mengucapkan rasa TERIMA KASIH sebesar apapun dan MINTA MAAF meski itu bukan kesalahan sekecil apa pun kepada pelanggan.
3. Tidak kebergantungan.
Seperti sudah disebutkan sebelumnya, kita tidak boleh bergantung kepada ORANG dan UANG untuk MODAL USAHA. Banyak orang yang pinjam modal UANG ke bank untuk buka USAHA, banyak orang yang jual ASET untuk buka USAHA. Coba kita mulai dari NOL, dari tidak punya apa-apa kecuali KEMAMPUAN, SEMANGAT, dan PELUANG, dengan sendirinya UANG akan datang sendiri. Beberapa tahun usaha kami berjalan, ada beberapa BANK menawarkan pinjaman lunak untuk pengembangan usaha, tapi kami tidak mendahulukan ‘pikiran harus minjam’ untuk mengembangkan usaha. Kami berprinsip selama masih bisa berkembang dari hasil usaha sendiri kenapa tidak.
4. Memiliki kekhasan
Produk atau jasa yang kita tawarkan harus khas, unik, dan belum ada di pasaran, atau kalau pun ada, tetap punya PEMBEDA. Misalnya, kami melakukan penjualan paketan lengkap, jasa finishing lengkap dll.
5.Melakukan penjualan offline (toko) dan online (medsos).

Umi Iva

Jumat, 15 Mei 2015

Kumpul Rajuter Semarang di UMI IVA

Kebahagiaan yang selalu saya tunggu-tunggu adalah saat bertemu RAJUTERS tiap Jum'at dan Sabtu. Kami sharing pengalaman, pola, juga rezeki, insyaallah, banyak manfaat yang kami peroleh, yuk, siapa yang mau gabung lagi di komunitas RAJUT UMI IVA...



Komunitas rajut semarang

YUK, bergabung di KOMUNITAS RAJUT UMI IVA Semarang. 

Tempat: Jl. MERBAU RAYA NO.3, Perumnas, Banyumanik Semarang.
Waktu : setiap hari Jumat dan Sabtu, jam: 09.00-12.00 Tlp/SMS. 085865886168


Rabu, 02 April 2014

Membuat SLIPPER atau Sepatu Rajut Indoor

Sepatu rajut Indoor atau slipper sangat digemari para wanita yang senang beraktivitas di dalam ruangan, bagi mereka slipper bisa menjadi alternatif unik pengganti kaos kaki. Slipper juga bisa divariasikan menjadi sepatu outdoor jika diberi hak.
Cara membuat slipper sangatlah mudah, dari mulai bentuk-bentuk yang sederhana sampai dengan yang berbentuk rumit.
Bagi penyuka rajutan tentu saja ingin kan? membuat sendiri, baik untuk dipakai sendiri maupun untuk diberikan atau dihadiahkan untuk orang lain? contoh2 slipper atau sepatu rajut bisa dilihat di menu KOLEKSI SEPATU.

nah INI CARAnya.
hanya Rp. 25.000,- tinggal DOWNLOAD di email Anda. SEGERA pesan ke: umi.iva@gmail.com



Senin, 03 Desember 2012

Baju Rajut Anak

berminat silahkan ke email umi.iva@gmail.com

baju rajut anak
baju rajut memakai benang katun, habis 400 gr benangnya, ini utk usia 7 th. cara membuatnya dari atas leher dulu, di mulai dg 120 ch-dc di tiap ch, terus d tiap 2 tingkat increase, sampai lebar yg di inginkan utk lubang ketiaknya, di beri tanda pada tiap sisi kanan & kiri utk masuk lengannya, langusng mulai lagi merajut melingkar, sama spt yg di atasnya tiap 2 tingkat increase lg, jika tidak ingin bentuknya ngeklok bgt di kurangi aja, sdh slesai smpai bwh, ptus benang lanjutin ke lengan tambahin sesuai selera, slmat mncoba y....oia, sebenarnya baju rajut ini asal mulanya rok, tp karena anak saya sudah pengen memakainya, ya sudah toh bagus juga kan jadi baju.
ingin punya baju seperti ini, silahkan datang ke rumah...saya ajari GRATISSS...









syal spider
syal cantik bermotif seperti laba2, memakai benang rayon yg halus lembut, nyaman di pakai tidak bikin gerah. lebar 20 cm panjang 180 cm.